Beberapa hari yang lalu ngobrol-ngobrol sama temen tentang bisnis keluarga dia “Restoran”, ceritanya dia kesulitan melanjutkan legacy orang tua karena merasa aksi dia dibatasi, seperti penolakan terhadap ide “Restoran” masuk ke ranah digital.
Memang untuk melanjutkan legacy orang tua itu banyak rintangan, apalagi kalau orang tua masih terlibat di dalam bisnisnya.
Dulu di kampus gw (jurusan bisnis) ada pembahasan case ini, dan sering juga di bahas di luar kelas karena mahasiswanya emang banyak dari keluarga pengusaha.
Dari beberapa cerita, ada beberapa yang memiliki kesamaan, terutama di cerita teman gw yang sukses melanjutkan bisnis keluarganya. Ini rangkuman singkat cerita dari success story temen kampus yang bisa melanjutkan legacy orang tua nya
Masuk ke bisnis keluarga yang masih melibatkan orang tua, anggap aja jadi pegawai kantoran, bukan sebagapi anak pemilik apalagi sebagai pemilik.
Jalankan arahan sesuai apa yang sudah dirumuskan orang tua, tanpa didebatkan. Jika arahan tersebut menurut anak kurang tepat, jalankan dulu dan baru diperbaiki/improve setelah tahu resultnya seperti apa.
Sisipkan ide-ide kecil yang tidak terlalu merubah ide dari orang tua setelah kamu ada dalam perusahaan dalam waktu yang cukup lama, mungkin setelah 6 bulan – 12 bulan.
Berikan ide-ide atau solusi besar ketika diminta, tapi dengan catatan ide atau solusi tersebut tidak melebar dari topik, misal diminta untuk kuatkan pemasaran restoran, jadi jangan menyentuh menu makanan restoran, cukup fokus dengan ide/solusi pemasaran dengan menu yang sudah ada.
Buat mindset kesuksesan dalam bisnis keluarga itu adalah kesuksesan orang tua walaupun anak berperan membantu itu tercapai, karena perjalanan membawa kesuksesan bisnis itu butuh waktu dan usaha yang lama, jadi kalau anak baru megang 1-2 tahun dan ada kesuksesan, jelas itu kesuksesan orang tua.
Ketika waktunya sudah tepat, maka orang tua akan meninggalkan bisnis itu dan akhirnya full diserahkan ke anak. Dan dari cerita teman-teman gw itu, walaupun bisnis udah stabil lama dan kita juga udah terlibat lama dalam bisnis tersebut, ketika orang tua meninggalkan dan menyerahkan ke anak, bisnis akan mengalami guncangan, sehingga anak akan butuh pengaturan dan usaha yang besar diawal memegang full usaha keluarga.
Itu rangkuman success story yang paling umum terjadi sama beberapa temen gw di kampus mengenai melanjutkan bisnis keluarga , mana tau ini bisa jadi solusi buat kalian yang terjebak dalam situasi yang sama,
Sekian pembahasan hari ini tentang “Business#1 : Bisnis Keluarga”, sangat terbuka untuk diskusi. Follow twitter @farizzlfdhl untuk twit tentang business & marketing.
Image by jcomp on Freepik

