Di era sekarang, TikTok bukan hanya tempat hiburan, tapi sudah menjadi etalase jualan yang sangat efektif, khususnya untuk produk fashion wanita seperti hijab. Salah satu kunci sukses berjualan lewat live TikTok bukan hanya soal konten, tapi juga memilih waktu yang tepat agar tampil saat audiens kita sedang aktif.
Untuk bisa menentukan waktu live yang efektif, kita perlu menggunakan kerangka dasar berpikir yang berangkat dari daily habit atau kebiasaan harian target market. Pertanyaannya sederhana: “Kapan mereka sedang senggang, pegang HP, dan punya peluang untuk menonton live tanpa gangguan?” Jawabannya bisa didapat dengan mengamati pola harian—misalnya, kapan mereka selesai antar anak sekolah, kapan waktu rebahan, kapan selesai urusan dapur, hingga waktu malam saat anak-anak sudah tidur. Dengan memahami ritme ini, kita bisa menempatkan live di sela waktu tersebut, bukan di jam-jam sibuk mereka.
Untuk kamu yang menyasar segmen wanita usia 25–50 tahun, terutama ibu rumah tangga atau pekerja rumahan, penting untuk memahami ritme harian mereka. Dengan begitu, kita bisa menyesuaikan waktu tayang live agar lebih mudah dijangkau dan lebih besar peluangnya untuk closing.
Berikut ini adalah panduan waktu live berdasarkan kebiasaan online mereka yang sudah sering dibahas dalam riset dan artikel marketing:
📅 WEEKDAY (Senin–Jumat)
1. KEBIASAAN ONLINE:
- Setelah mengantar anak sekolah (sekitar jam 07.30–08.30)
- Setelah beberes rumah (jam 09.00–11.00)
- Sore menjelang masak/makan malam (jam 15.00–16.00)
- Malam setelah anak tidur (jam 19.30–21.00)
2. REKOMENDASI JAM LIVE:
- Pagi: 09.00 – 11.00 WIB
- Malam: 19.30 – 21.00 WIB
📅 WEEKEND (Sabtu–Minggu)
1. KEBIASAAN ONLINE:
- Aktivitas lebih fleksibel
- Sering buka HP sambil santai di rumah bersama keluarga
- Suka scroll TikTok saat rebahan siang atau malam hari
2. REKOMENDASI JAM LIVE:
- Siang: 11.00 – 13.00 WIB
- Malam: 20.00 – 21.30 WIB
✅ STRATEGI TAMBAHAN UNTUK MAKSIMALKAN LIVE:
1. Live minimal 2x sehari di waktu prime time
2. Gunakan pendekatan personal, seperti ngobrol antar wanita atau ibu-ibu
3. Post konten sebelum dan saat live (misal: video pendek, slide produk, behind the scene) untuk menjangkau audiens yang belum klik live
4. Konten harus ringan, akrab, dan solutif, contoh: tips gaya hijab simple, tampil cantik di rumah, diskon khusus
Namun bagi yang akun TikTok-nya sudah memiliki follower aktif, kalian juga bisa cek langsung dari halaman dashboard akun (analytics) untuk melihat jam berapa follower kalian paling aktif menonton live agar bisa disesuaikan lebih presisi.
Sekian pembahasan Business Diary hari ini tentang “SocMed#2: Panduan Menentukan Waktu Live TikTok untuk Jualan Hijab”. Jika ada yang ingin didiskusikan lebih lanjut, saya sangat terbuka untuk ngobrol santai seputar strategi bisnis dan marketing.
Silakan hubungi saya melalui kontak atau media sosial yang tertera di farizzulfadhli.com/#contact.

